Rage


It feels so so bad… harusnya aku gak perlu sampe segitunya, tapi memang ada baiknya juga, karena sebagian besar rekonsiliasi hanya akan terjadi ketika di awali dengan pemberontakan, it’s not that bad being a rebel as long as it against a tyranny. Kepemimpinan yang hanya mementingkan diri sendiri memang sewajarnya di tentang, bahkan dalam lingkup paling kecil sekalipun seperti keluarga, dan memang sudah tidak bisa terlepaskan there’s almost no rebellion without rage, memang sedikit out of control dan  rasanya cukup keras dan kasar, terasa begitu banyak energi yang terkuras, aku masih sedikit lemas sampe sekarang dan tenggorokan terasa sedikit sakit.
            Sekarang aku ingin menangis, mungkin karena ada rasa sesal karena telah berkata hal yang tidak pantas pada orang tua. Tapi mungkin juga aku sedikit bingung, kenapa begitu banyak hal yang bertolak belakang antara aku dan dia, caranya berpikir hampir bertolak belakang dengan logika yang kumiliki. Menurutnya salah bagiku benar dan menurutku salah baginya itu benar, dan banyak yang aku tak habis pikir, demi apa sebenarnya itu semua. Satu hal yang jelas dalam pikiranku semua hanya berdasarkan ukuran materi atau entahlah juga. Tapi bukan karena memang benar-benar peduli kan? Aku marah sebenarnya, tapi sedikit merasa bersalah dengan caraku melampiaskan kemarahan itu. ingin kutunjukkan, dan ingin kubuktikan jika apa yang telah dia lakukan dan dia pikirkan itu semuanya salah. Menyebalkan ‼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obsesif

A Box of Chocolate

Hei.. Mr. I don't know who