Obsesif


 

Saya sadar dari dulu saya memang sedikit obsesif dengan berbagai hal. Terutama dengan hal-hal yang langka dan susah dicari. Parahnya lagi saya bahkan miskin petunjuk untuk menemukannya. Dan saya pun akan berakhir menjadi orang yang penasaran dalam waktu lama.
Akhir-akhir ini pun saya mulai menyadari bahwa sifat aneh jelek itu bahkan jadi lebih parah. Saya terobsesi bukan karena benar-benar menyukai atau ingin memiliki. Itu hanya semata-mata karena saya teramat penasaran terhadap hal itu. Saya cenderung tertarik dan menjadi terobsesi lebih karena suka pada pandangan pertama tapi terlewatkan pada kesempatan itu.
Saya tidak tahu apapun tentang hal itu, karenanya saya ingin mencari tahu dan ingin mengenalnya lebih jauh. Dalam beberapa kesempatan ketika saya telah berhasil mencari tahu, saya bahkan tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan itu setelahnya. Malahan yang terparah, ketika rasa penasaran telah terpuaskan atau setidaknya saya telah menemukan sesuatu yang 'biasa saja' dari hal itu, tiba-tiba saja perasaan saya berubah layaknya seperti menekan tombol switch.*click. deng.. saya berubah jadi bersikap seolah-olah saya tidak ingat pernah terobsesi dengan hal itu sebelumnya. Benar-benar gila.
Satu lagi, saya pun mulai memahami bahwa sifat ini tidak hanya berlaku pada sesuatu yang termasuk benda mati saja. Saya bahkan melakukan itu pada semuanya. Dulu saya ingat pernah terobsesi dengan hamster, tapi setelah mengetahui betapa kotor dan baunya hewan itu, maka selesai sudah. Tidak berubah jadi benci juga, suka tetap suka, tapi tidak terlalu berminat memelihara seperti sebelumnya yang bahkan sampai melakukan penelitian kecil-kecilan dengan mencari tahu segala hal tentang hamster beserta tetek bengeknya bla..bla..bla. *ckck.
 Lain waktu saya terobsesi dengan gambar yang pernah saya lihat disuatu tempat. Namun setelah berhasil mendapatkannya, gambar-gambar itu justru malah sangat jarang saya buka dan akhirnya hanya jadi sampah yang memenuh-menuhi memori Harddisk. Ditanya lainnya? ada banyak lagi yang bahkan saya sendiri sudah lupa sebagian besarnya, beberapanya seperti baju, boneka, mainan, sandal, sepatu, gadget dll yang sepertinya masih banyak lagi.
Namun ada satu hal lagi yang sampai sekarang sering membuat saya curiga ketika hal itu mulai menyangkut seseorang makhluk hidup sosial. Saya akui saya punya kecenderungan crush dengan orang-orang yang tidak terlalu dekat dengan saya, orang yang kebanyakan hanya bisa saya pandangi dari jauh. Bisa dibilang saya tidak benar-benar mengenalnya, karena biasanya saya tidak punya kesempatan untuk lebih akrab dengannya. Ketika pada akhirnya kesempatan itu datang, dan saya kemudian bisa berteman dengan dia. Deng ! perasaan naksir yang sebelumnya pun lenyap jadi biasa saja. Akhirnya saya paham beberapa hal, ketika saya dalam suatu waktu pernah naksir seseorang, itu bukan karena saya benar-benar menyukai atau ingin bersamanya. Hanya sepertinya tak lebih dari rasa ingin tahu yang tidak kesampaian terhadap orang itu. Dan mulai terobsesi dengannya. Tapi seperti obsesi-obsesi yang lain, saya pun akan lupa pada akhirnya. I understand then, that’s one of my psyco side. Obsesif.

Komentar

  1. :O gitu ya...sumpe baru tau..

    mungkin saya pernah begitu, atas nama "penasaran". tapi kebanyakan kalau saya..begitu ada yg saya sukai saya akan tetap suka walaupun awalnya seolah-olah ngebet tapi lama-lama ngebetnya berkurang tapi ujung-ujung tetep masih suka, jarang jadi rasa biasa aja..

    BalasHapus
  2. mungkin saya juga gitu, tapi karena udah gak ngebet lagi makanya udah gak seru aja kayaknya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Box of Chocolate

Hei.. Mr. I don't know who